Sabtu, 23 Mei 2009

Cara Presentasi Yang Baik


Tadi abis posting soal meeting anung yang berkisar soal presentasi product, Karena ada beberapa hal yang kurang sreg dari presentasinya, jadi pengen sharing sedikit soal ini, sebuah sudut pandang dari pihak customer. Catatan juga buat anung jadi kapan tau mau presentasi jadi ingat .
1. Ajukan meeting sebelum presentasi sesungguhnyaHal ini sebenarnya cukup mudah, sebelum presentasi dengan audiens yang sesungguhnya pastilah anda diundang terlebih dulu. Jika bisa, mintalah waktu untuk bertemu dengan sang pengundang sebelum melakukan presentasi yang sesungguhnya.
Orang yang mengundang anda itu biasanya adalah key person dalam meeting dan juga biasanya adalah orang yang mengerti kebutuhan audiens secara lebih detail (paling tidak lebih mengerti daripada anda sendiri).
Jika tidak memungkinkan untuk melakukan meeting bertemu tatap muka langsung, Usahakan gali informasi dengan cara lain, telepon misalnya.
2. Cari informasi mengenai audiens sedalam dalamnya.Apa ekspektasi utama dari audiens ini? Jangan sampai anda salah dalam menetapkan objektif dari presentasi tersebut. Tanyakan apa yang ingin ditonjolkan dari presentasi ini? apakah keunggulan dari product saja? atau detail mengenai product? atau.. malah audiens lebih tertarik dengan company profile anda.
Tanyakan, siapa saja audiens yang ikut.. level apa yang ikut? apakah direksi? GM? manager? Usahakan membawa rekan / atasan yang sejajar untuk backup anda. ibarat kata.. biarkan “dasi” ketemu “dasi”. Audiens akan jauh lebih menghargai presentasi anda bila dia menghadapi orang yang selevel dengannya.
3. Biarkan audiens yang menentukan waktu presentasiKetahuilah bahwa untuk melakukan presentasi itu para audiens pasti jumlahnya lebih banyak daripada si pembawa presentasi. Untuk mencocokkan waktu dari banyak orang tersebut tidaklah mudah, karenanya sebisa mungkin biarkan audiens yang menentukan kapan anda bisa presentasi. Selain itu, dalam kasus ini, audiens yang pegang uang kan? jadi merekalah yang berkuasa.
4. Datanglah lebih awal sebelum presentasi15 menit lebih awal sudah cukup. Karena kalau terlalu awal anda malah mungkin berisiko mengganggu aktivitas dari sang pengundang (yang bertanggung jawab atas presentasi tersebut dari pihak perusahaan). Gunakan 15 menit itu untuk mempersiapkan presentasi anda. Misalnya untuk setting laptop dan projector. Berbicara masalah projector. Jika memungkinkan bawalah projector sendiri walaupun sudah disediakan oleh pihak audiens karena kita tak akan pernah tahu apa yang terjadi. Mungkin saja projector audiens tiba tiba rusak atau digunakan orang lain.
5. Kenalilah seluruh audiens yang adaKetika audiens masuk ke dalam ruangan meeting sambutlah dengan senyuman dan kartu nama siap di tangan untuk langsung dibagikan. Ingatlah nama nama dari setiap audiens itu dan apa peran mereka. Dengan mengingat nama mereka, anda dijamin mendapatkan ikatan bonding yang lebih dekat dengan audiens.
6. Jelaskan agenda dari presentasiAda baiknya jika anda menjelaskan apa saja yang akan dibahas dalam presentasi anda. Sehingga audiens memiliki gambaran mengenai hal tersebut dan tidak menerawang kemana mana. Sesuaikan agenda anda dengan waktu yang diberikan.
7. Berikan presentasi yang terbaikKalau untuk hal ini tidak ada guideline yang jelasnya, silahkan temukan gaya anda yang terbaik.
8. Ketika selesai presentasi, Berikan rencana tindak lanjutnyaTanyakan keinginan dari audiens. Apakah mereka menginginkan meeting lanjutan? atau mereka ingin penawaran segera dikirimkan? Anda wajib memberi tahu apa next step setelah presentasi anda ini.

Citra Profesional


Tak dapat dipungkiri jenjang karir seiring dengan jenjang status sosial di dalam masyarakat. Makin tinggi tangga karir yang didaki, berarti makin tinggi pula status sosial yang disandang. Makin tinggi jabatan dalam sebuah perusahaan makin tinggi pula tuntutan terhadap penampilan Anda, untuk mencerminkan siapa anda dalam jenjang hirarki organisasi.Itu baru dari sisi organisasi secara vertikal. Secara horisontal, pada bagian tertentu seperti marketing, customer service, dan bidang-bidang lain yang berhubungan dengan pelanggan seringkali dituntut penampilan lebih dibandingkan rekan-rekannya dari bagian lain. Karena mereka harus mencerminkan citra perusahaan dan seringkali harus berhubungan dengan orang yang posisinya lebih tinggi. Penampilan merupakan salah satu bagian penting dari pembentukan citra profesional. Penampilan bertugas untuk menciptakan kesan pertama siapa diri anda yang akan mempengaruhi proses komunikasi selanjutnya. Berikut beberapa tips tentang dressing for image, yang akan berguna untuk mendukung penampilan Anda sebagai seorang profesional.

Penampilan Selaras Profesi Perlu diingat dalam upaya memperlihatkan penampilan yang baik bahwa busana dan asesoris yang Anda kenakan tidak harus mahal atau bermerek kelas dunia, melainkan harus rapih, bersih, sesuai dengan situasi dan kondisi serta tujuan pertemuan. Khusus untuk penampilan di dalam lingkungan kerja, busana dan asesoris yang dikenakan lebih mementingkan faktor kualitas dibandingkan faktor fashionnya, dengan berpatokan pada keserasian berbusana dengan lingkungan di mana Anda berada. Untuk menjawab tantangan tersebut di bawah ini akan dijabarkan berbagai faktor yang perlu Anda pahami guna memilih dan memadu busana yang akan Anda kenakan secara serasi dan seimbang.

BusanaJajaran pemerintahan dan dunia bisnis yang berorientasi pada fiskal, misalnya kalangan perbankan, perusahaan asuransi, perusahaan komputer, pada umumnya memperlihatkan citra mapan pada setiap aktivitas kerja mereka. Bagi Anda yang berprofesi pada bidang-bidang tersebut dapat tampil dengan penampilan yang bertipe tradisional. Pada lingkungan perusahaan yang sedang tumbuh dan berorientasi pada penjualan dan pemasaran -- misalnya agen periklanan, perusahaan telekomunikasi, perusahaan pengembang, dealer mobil -- citra dinamis sangat jelas terpancar. Untuk itu busana yang mendukung penampilannya adalah busana yang bertipe kontemporer. Lingkungan perusahaan di mana aktivitas lapangan memainkan peran penting -- misalnya perusahaan jasa transportasi, manufaktur, konstruksi -- citra yang menonjol adalah gabungan dinamis dan mapan. Untuk memproyeksikan citra ini, busana yang cocok untuk dikenakan adalah busana dengan tipe bridge (gabungan).Sedangkan lingkup perusahaan dengan orientasi kreativitas tinggi -- misalnya retailing, perusahaan kosmetik, perusahaan garmen, penerbitan, perfilman -- senantiasa memperlihatkan citra fashion forward. Penampilan pria maupun wanita yang dapat memproyeksikan citra ini adalah penampilan berbusana yang modis dan trendi. Mereka dapat selalu tampil dengan busana-busana model terbaru, dan bahkan menjadi pelopor trend mode. Tentu saja bahan, motif, dan warna busana pun tergolong yang sedang in.Di samping tipe-tipe busana tersebut di atas, citra diri pun dapat diproyeksikan melalui penampilan berbusana yang disesuaikan dengan posisi Anda. Pada posisi-posisi tertentu, misalnya office boy, satpam, dan bagian umum, biasanya mempergunakan seragam dengan ciri khas masing-masing. Hal ini dimaksudkan agar mereka yang selalu dapat dikenal karena biasanya mereka diperlukan sewaktu-waktu. Lain halnya para eksekutif, yang selalu dituntut agar selalu mampu memproyeksikan citra diri yang berkualitas, penampilan Anda pun harus didukung oleh busana yang berkualitas dan selaras dengan posisi Anda.Anda mampu memperlihatkan penampilan yang berkualitas dengan melakukan penyesuaian-penyesuaian gaya berbusana berdasarkan waktu, tempat, dan jenis acara yang dihadiri. Untuk itu Anda dapat mempergunakan rumusan yang saya sebut dengan "The JCG's 2-3-4 Matrix". Rumusan itu mengajarkan Anda berbusana dengan mengadakan penyesuaian terhadap dua elemen waktu, yang terdiri atas pagi-sore dan malam hari; tiga elemen tempat yakni kantor, gedung-gedung pertemuan, rumah; dan empat elemen jenis acara yang dihadiri, yaitu resmi, pertemuan bisnis, ramah tamah, santai. Elemen waktu mempengaruhi Anda terutama dalam hal pemilihan warna dan bahan busana yang akan Anda kenakan. Pagi sampai sore hari Anda dapat mempergunakan busana berwarna cerah dengan bahan yang tidak tebal. Sedangkan tempat dan jenis acara yang Anda hadiri menentukan jenis busana, model busana, dan rancangannya. Misalnya ke kantor, Anda tentu saja akan tampil dengan busana kantor dengan model dan rancangan yang konservatif. Lain lagi kalau ke pesta Anda mengenakan busana dengan model dan rancangan kontemporer. Sementara di rumah tentu saja Anda akan bebas mempergunakan pakaian sehari-hari.Berbusana berdasarkan ketiga elemen tersebut menyiratkan bahwa Anda harus mempunyai banyak busana. Tidak perlu kuatir. Dengan koleksi busana yang tidak terlalu banyak Anda dapat mempergunakan rumusan padu-padan (mix & match). Hal ini perlu dilakukan supaya Anda dapat menghadiri berbagai acara dalam satu hari dengan mempergunakan waktu secara efisien. Misalnya pulang kantor langsung bisa pergi ke pesta perkawinan. Dasar padu padan berbusana adalah pengaturan kombinasi model dan warna antara busana bagian bawah dan bagian atas supaya tercipta keselarasan. Misalnya seorang eksekutif yang mengenakan celana dan jas hitam pada pagi sampai sore hari di kantor, dapat menukar jas hitamnya dengan yang berwarna coklat sambil tetap mengenakan celana yang sama pada malam hari ia harus menghadiri jamuan bisnis di hotel. Rumusan ini sangat membantu Anda untuk menghemat waktu, biaya, dan tenaga dalam upaya agar selalu tampil prima pada berbagai peristiwa.

AksesoriSebenarnya pengertian asesoris tidak terbatas sebagai "pelengkap gaya" semata-mata, melainkan merupakan "bagian dari keseluruhan penampilan". Bahkan asesoris merupakan unsur yang dapat "menaikkan" citra diri seseorang, karena dapat dipergunakan untuk memperlihatkan power dan yang menjadi simbol status seseorang. Aksesoris merupakan bagian penting untuk menunjukkan kesuksesan seseorang.Para eksekutif baik pria maupun wanita sebaiknya mengenakan aksesoris dengan model sederhana namun elegan, sehingga dapat tampil dengan citra anggun dan eksklusif. Pada waktu ke kantor atau menghadiri acara-acara resmi para eksekutif sebaiknya mengenakan asesoris secukupnya saja. Lain halnya jika hendak ke pesta atau acara-acara informal lainnya. Khusus untuk para eksekutif perusahaan periklanan, kosmetik, garmen, penerbitan, perfilman -- dapat mempergunakan berbagai jenis asesoris trendi dan unik, namun tetap pada batas-batas yang wajar.Penampilan adalah salah satu bagian penting pembentukan citra profesional dan memberi kepercayaan diri yang tinggi untuk mengekspresikan kompetensi yang dimiliki. Selanjutnya akan melempangkan jalan untuk mendaki tangga karir.

Cara Jadi Pengusaha




jika anda ingin memiliki usaha sendiri dan dapat mengakses kredit dari bank maka segera urus beberapa surat dibawah ini :
Akte Notaris; waktu urus max. 2 hari; biayanya antara 350rb-750rb.
pengurusan HO; waktu urus 1 minggu; ke PEMDA setempat; dikenakan biaya 75rb yg dibayar ke DISPENDA setempat.
SIUP dan TDP; waktu urus 1-2 minggu; diurus ke DEPERINDAG setempat; biaya 200rb .
NPWP ; waktu urus max. 1 minggu; di Dinas Pajak kota setempat; biaya GRATIS..SUDAH....? kalo sudah maka anda sudah siap secara administrasi, untuk menjadi Pengusaha sukses. oh ya beri nama CV anda yang sebagus dan sebonafid mungkin jadi ketika anda berkenalan dengan siapa saja calon kolega bisnis and yang baru, maka dengan bangga anda akan mempersembahkan nama CV kepada dia, OK..?

Robot Pemadam Api


Terinspirasi dan kagum dengan Jepang sudah lama dirasakan Robert Samuel Simon. Sebab, Jepang adalah negara yang memiliki kualitas sumber daya manusia yang luar biasa. “Bukan hanya itu, perkembangan tekhnologi di sana juga sangat luar biasa. Banyak robot cerdas yang telah mereka buat, ” ujarnya.
Karena itu, Robert berusaha membuat robot. Sebagai pengalaman pertama, Robert memutuskan untuk membuat robot pemadam kebakaran. Robot ini bisa melaksanakan tugasnya dengan bantuan beberapa sensor. Ada tiga jenis sensor utama yang digunakan. Sensor infrared detector, sensor Uv-tron, dan sensor photo dioda.
Masing-masing sensor mempunyai peran berbeda-beda. Ketika robot disambungkan dengan sumber tegangan yang berasal dari dua baterai 9 volt, motor DC pada robot akan menjalankan roda.
Ketika robot mulai berjalan, sensor infrared detector akan menjalankan tugasnya. Sensor tersebut berfungsi untuk membaca kondisi area. Sensor itu dapat menolong robot untuk memilih jalan yang benar supaya tidak tertabrak dengan dinding atau benda yang menghalangi di depannya.
Pada sisi lain, sensor Uv-tron juga aktif mendeteksi suhu panas atau adanya api pada area. Setelah robot mampu menemukan lokasi yang mengandung api, robot akan mencoba untuk mendekati.
Agar jarak untuk memadamkan api tidak terlalu dekat dan dapat membahayakan atau robot dapat ikut terbakar, digunakanlah sensor garis atau photo diode dan led superbright. Sensor itu berfungsi membaca garis putih (biasanya pada arena lomba, sekitar 5 meter dari api).
Ketika sudah berada di posisi tepat, sekali lagi sensor UV-tron akan aktif dan mulai mendeteksi api. Setelah terdeteksi dan tepat pada posisi api, sensor memerintahkan sistem untuk mengevakuasi. Untuk memadamkan api, Robert menggunakan kipas (seperti kincir) yang dijalankan motor DC.
Banyak sekali kegunaan yang bisa dikembangkan robot buatan pelajar Ubhara tersebut. Salah satunya dapat membantu memadamkan api di dalam ruangan. “Bisa juga dikembangkan untuk aplikasi kehidupan sehari-hari. Misalnya, sebagai robot penyiram tanaman, pengantar makanan, dan lainnya,” cetus cowok 22 tahun itu.
Untuk menggarap robot buatannya tersebut, Robert meluangkan waktu sekitar 4 bulan. Total biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 9 juta. Menurut dia, biaya banyak disebabkan penggunaan sensor.
Misalnya, sensor infrared detector dan sensor UV-tron pada robot. Harga sensor tersebut lumayan mahal. Tapi, kita dapat mengganti sensor tersebut dengan sensor infrared milik remote televisi atau sensor photo diode berturut-turut.
“Fungsinya sama, tapi kualitasnya sedikit berbeda. Rawan mengalami gangguan atau sulit mendeteksi di medan berat. Harganya lebih murah sekitar 25 persen,” ungkapnya. Tapi, jika kita ingin memiliki robot dengan kualitas yang baik, kita bisa menggunakan sensor ultrasonic.
Source: jawapos.com

WAYAN DARSANE

ini salah satu blog saya yang ada di Blogger.com....
saya juga punya di wordpress.com
dan juga punya webhosting di uuuq.com, webs.com n co.cc.com

tuh blajar dwek...
mau bisa bikin semuanya??
tengang di blog ini pasti akan tampil, tunggu tanggal terbitnya...

By : darsane